Jepara Berubah

Partisipasi yang sedang dituntut saat ini adalah merupakan suatu proses perubahan, dimana dari perubahan tersebut....

Zakat

“sesungguhnya bila aqidah tidak mampu memberikan dampak (positif) dalam corak berfikir manusia, peningkatan ibadahnya maka tidak ada arti baginya”.

Teologi Demonstrasi

Demonstrasi”. Satu kata penuh makna ; heroisme, perjuangan, advokatif, brutal, anarkis, dibanggakan, dibenci, sensasional, romantis, kekacauan....

Sayap-sayap Senja

Disuatu senja engkau pernah berkata ; “Aku tidak sanggup hidup tanpa berhayal dan bermimpi. Keduanya selalu mengisi hidupku yang membuat aku tidak bisa keluar rumah.
Tampilkan postingan dengan label rasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rasan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 April 2009

RAHASIA SENTUHAN

Diposting oleh admin di 08.18 0 komentar

Oleh: Syakirin Ahmad*


Ditimur pernah lahir guru agung dengan cahaya terang. Jauh sebelum ia mengalami pencerahan. Guru ini pernah terlahir sebagai kura-kura. Suatu hari ditengah lautan, kura-kura ini melihat manusia terapung. Hanya karena menempatkan hidup orang lain lebih penting dari pada hidupnya, ia gendong manusia ini kepinggir pantai. Setelah kelelahan dipantai, ia tertidur. Saat terbangun, tubuhnya sudah dalam keadaan diselimuti ribuan semut. Lagi-lagi karena mengganggap hidup orang lain lebih penting dari pada hidupnya, ia biarkan ribuan semut memakan tubuhnya. Pada hal hanya dengan gerakan ke laut, ia selamat dari ribuan semut itu.

Teinspirasi kehidupan seperti inilah, lalu lahir orang-orang seperti Master Hsing Yun. Dalam karya indahnya The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur tentang rahasia hidupnya. Disalah satu pojok bukunya ia menulis, "you are important, he is important, i am not".

Dalam kembara sepanjang tahun usia ini, setiap jengkal tapakan yang dilalui bebas kita pilih sebagai pengejawantahan mahluk dunia.

Demikianlah Allah memberikan tamsil kehidupan dunia laksana air hujan yang menjadikan tumbuhan gembur-subur dimuka bumi kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. (QS.18:45).

Al-Ghazali mengibaratkan "materi" ibarat kuda yang ditunggangi jiwa dalam pengembaraan jati dirinya. Sang jiwa harus memenuhi kebutuhan tunggangannya agar bisa mencapai tujuan. Namun, jika terlalu banyak menyita waktu memberikan makan dan mengaguminya, sang jiwa akan terhempas diperjalanan ketimbang mencapai tujuan. Artinya apa, betapapun menyenangkan materi hanyalah bunga dunia yang mudah muspra. Amal salehlah yang mengalirkan berkah bagi kehidupan.

Tujuan hidup untuk kebahagiaan, dan kebahagiaan tertinggi terengkuh ketika manusia mampu menemukan makna hidupnya, manusia harus memahami dirinya. Untuk memahami dirinya perlu meraba hatinya. Bukan hati dalam arti organ tubuh, melainkan fakultas batin yang memiliki daya reflektif tentang eksistensi manusia sebagai pengembara yang merindukan kepulangan.
Maka kerinduan menghadirkan ketundukan hati merupakan keniscayaan. Adalah kerinduan eksistensial demi meraih kebahagiaan.

Momen kebahagiaan ini tercapai ketika manusia bisa serempak pulang "ke kampung Ilahi" lepas dari segala entitas rupa-rupa bunga duniawi kedurhakaan.

Kepulangan ini terasa lebih nikmat ketika membawa oleh-oleh buat bekal singgah di kampung Ilahi. Setelah bertahun-tahun menyerap hujan berkah langit, saatnya pengembara merembeskan air kebahagiaan di kampung Ilahi dengan segala ketentraman dan kesejahteraan batin.

Kenapa demikian? Bukankah manusia hanyalah anak-anak sang waktu yang mengalir di titik persinggahan sementara. Setiap jejak tidaklah sia-sia. Setiap kata yang disapakan memberikan gairah kepada hidup. Setiap derma yang disumbangkan, memberi tenaga kepada sesama.

Semoga ini menjadi sentuhan memaknai rahasia besar yang barangkali tanpa disadari kita mengalpakannya!


* Pimred Burs@, mahasiswa INISNU jepara yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi.

(Tulisan dielaborasi dari Yudi Latif dalam Kompas hal. 3 edisi senin, 8 okt. 2007 dan Gede Prama dalam Kompas hal. 7 edisi sabtu 3 nop. 2007)

::.gambar dari sini

HATI YANG MENANAM

Diposting oleh admin di 08.05 1 komentar

Oleh : Hamim Salam


Kala Desember datang, kita diingatkan terjadinya tragedi kemanusiaan terbesar di negeri tercinta sepanjang abad ini. Bencana tsunami telah meluluhlantahkan "Serambi Mekah" dan Pulau Nias yang menelan ratusan ribu nyawa dengan sia-sia. Tsunami Aceh seolah mengawali serentetan musibah bencana alam yang melanda negeri ini.
Tidak berselang lama, terjadi gempa di Jogja dan Klaten, Tsunami Pangandaran, banjir di berbagai wilayah, angin Lisus dan Puting Beliung, tanah longsor, gunung meletus, kekeringan, intrusi dan sebagainya.

Sebenarnya apa yang terjadi? Benarkah penggalan lagu Ebiet G. Ade bahwa bumi telah bosan bershahabat dengan kita? Kalau memang bumi sudah tak lagi mau bershahabat dengan kita, maka bersiap-siaplah kita untuk tidak nyaman, was-was, terancam "terusir" serta terhengkang dari muka bumi ini.

Dalam disiplin Geografi, alam ini (bumi pada khususnya dan tata surya matahari pada umumnya) selalu mengalami perubahan, baik secara frontal (revolusi) maupun perlahan-lahan (evolusi). Sedangkan dalam perspektif ilmu Logika, berdiri dan tenangnya sesuatu benda terjadi karena adanya keseimbangan. Artinya, jika bumi tidak tenang lagi dan mulai goyah maka itu berarti telah terjadi ketidakseimbangan.
Bagian-bagian bumi ini merupakan kesatuan yang saling berkait, sehingga membentuk sebuah ekosistem. Ekosistem ini terdiri dari biotik dan abiotik, di mana sumber kehidupan utamanya adalah CO2 (oksigen) dan H2O (air). Ketidakseimbangan sirkulasi dan peran dari zat-zat tersebut mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Akibatnya regulasi ekosistem terganggu sehingga mengakibatkan terjadinya ketidakteraturan alam ini.

Ke(peng)rusakan lingkungan, ke(peng)gundulan hutan, penggunaan zat karbon berlebihan, peningkatan polusi kendaraan dan pabrik, serta reklamasi pantai adalah di antara penyebab ketidakseimbangan alam yang mengakibatkan perubahan alam (iklim). Ahirnya, bencana alam senantiasa hadir sebagai "pelengkap" ulah brutal manusia.
Pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi) merupakan penyumbang terbesar emisi gas bumi yang berpotensi "memanaskan". Kemudahan hidup akibat pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata harus dibayar mahal. Bumi semakin panas, ancaman hidup semakin ganas.

Bumi tempat kehidupan ini selayaknya kita sadari sebagai titipan anak cucu kita. Apa yang kita terima hari ini adalah hasil dari perbuatan kemarin. Begitu juga apa yang kita perbuat hari ini adalah penyebab kejadian di hari esok, di mana anak cucu kita akan hidup. Bagaimanapun berpikir demi kebaikan masa depan akan jauh lebih baik dan bijak, lebih-lebih jika kebaikan itu terkait kepentingan banyak orang. Dengan tidak bermaksud sok melankolis, rasanya perlu kita nyatakan bahwa pelestarian alam raya sama artinya dengan pelestarian setiap nyawa.

Atas hal ini, dengan dalih kesejahteraan manusia sekalipun, pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan da pelestarian alam. Di sini kita senantiasa dituntut untuk selalu "berwawasan lingkungan"
Akan tetapi di sisi lain, berbagai bentuk penyimpangan selalu mewarnai dalam upaya konversasi lingkungan yang dilakukan baik oleh pemerintah, lembaga masyarakat, ataupun masyarakat perorangan. Pembalakan liar (Illegal loging) dan eksploitasi tambang adalah contoh yang sering kita dapati di negeri "paru-paru dunia" ini. Ironisnya, penyimpangan yang terjadi justru dilakukan oleh oknum "pengurus" bangsa yang selayaknya menjadi teladan.

Alhasil, menjaga dan melestarikan alam bisa diawali dari diri sendiri dengan menjaga lingkungan terdekat sekitar kita. Hari ini, bukan terlambat jika kita menanam "kesadaran menanam" dalam lubuk kalbu yang terdalam. Biarkanlah hati ini menanam. Subhanallah.

::.gambar dari sini

Jumat, 03 April 2009

BERBURU MUTIARA

Diposting oleh admin di 07.37 0 komentar


Oleh: M. ALI BURHAN

Dibawah naungan YAPTINU, INISNU merupakan Perguruan Tinggi tertua dari dua saudaranya yang lain, yakni STIENU dan STTDNU. Sebagai saudara Tua, tentunya INISNU lebih berpengalaman dan dewasa jika dibandingkan dengan dua saudaranya. Ini dapat dilihat bahwa dengan keadaannya yang serba terbatas, dinamika intelektual masih agak kental serta nuansa pergerakan organ kemahasiswaannya lebih dinamis.

Sebagai sebuah perguruan Tinggi yang Tumbuh di tengah-tengah Daerah Industri, dengan sendirinya keadaan itu membawa dampak positif sekaligus negatif. Dampak positif industri bagi INISNU adalah dengan visi ke-ummat-annya, bisa menampung para pekerja yang ingin melanjutkan sekolah sampai di Perguruan Tinggi serta bisa menampung Alumni-alumni Madrasah Aliyah yang tidak mampu. Dampak negatifnya adalah dengan keberadaan INISNU di tengah-tengah Industri, maka mahasiswanya tidak bisa fokus terhadap kuliah. Disisi lain, karena INISNU masih merupakan Perguruan Tinggi Alternatif yang paling akhir bagi sebagian besar mahasiswanya ketika tidak mampu baik secara materi maupun intelektual masuk di Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi lain di luar Jepara.

UU No. 2 Tahun 1989 menyebutkan “Dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pengembangan ilmu Pengetahuan pada Perguruan Tinggi berlaku kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan”. Perguruan Tinggi (PT) dalam menjalankan tugasnya di masyarakat mempunyai tanggung jawab yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Dharma Pendidikan dan Pengajaran, Dharma Penelitian, dan Dharma Pengabdian Masyarakat.

Perguruan Tinggi yang maju, cenderung terjebak untuk mengembangkan Dharma Pendidikan dan Pengajaran serta Dharma Penelitian saja, sedangkan sisi sosial atau pengabdian Masyarakat yang juga menjadi tugasnya kurang mendapat perhatian. Sangat berbeda dengan Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi yang masih berkembang semisal INISNU kita ini, pada wilayah Dharma Pengabdian masyarakat kita bisa lebih baik. Hal ini karena secara geografis dan emosional kita lebih dekat dengan masyarakat. Sedangkan Dharma Pendidikan dan Pengajaran kita kurang maksimal, hal ini dapat kita rasakan keringnya nuansa akademik dan intelektual di kampus kita ini.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah pada wilayah Dharma Penelitian. Para Dosen kita lebih memilih sibuk mengajar di banyak tempat daripada melakukan penelitian untuk mengembangkan disiplin ilmunya karena penelitian dinilai lebih merepotkan. Peningkatan kualitas SDM bukan sesuatu yang penting, Toh, dengan apaadanya seperti ini INISNU tetap banyak mahasiswanya. Sebuah ironi yang patut dijadikan refleksi bagi semua kalangan.

Untuk membangaun nuansa akademik yang berkesinambungan, perlu adanya kesadaran bersama dari seluruh elemen yang ada di INISNU, baik Rektorat, Dosen, Karyawan, dan juga Mahasiswa. BPI atau Badan Penelitian INISNU harus bisa lebih maksimal menjalankan fungsinya, karena selama ini, dari beberapa Penelitian yang dilakuakn BPI, terkesan ekslusif dan tertutup. Setelah selesai penelitian, tidak ada follow-up yang jelas dari BPI. Hal ini bisa dibuktikan dengan tidak pernah ada sosialisasi atau diskusi dengan mahasiswa yang digelar oleh BPI berkaitan dengan hasil penelitiannya. Di sisi lain, mata kuliah penelitian perlu di tingkatkan dan diperhatikan agar pembelajaran Mata Kuliah Penelitian, benar-benar bisa membekali Mahasiswa untuk menunjang keilmuannya. Penelitian adalah satu disiplin ilmu yang sangat penting karena penelitian merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, metodologi, atau informasi baru yang memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian.

Memang harus diakui secara nasional Indonesia sangat miskin Peneliti, kita masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini tercermin pada rendahnya Dosen yang mempunyai kemampuan dibidang penelitian sebagaimana dilansir olah KOMPAS, Rabu 23 Januari 2008. Dari 180.000 Dosen di Indonesia, hanya 2000 atau 1,1 persen saja yang mampu meneliti secara layak. Imbas dari ini adalah rendahnya kontribusi Indonesia dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan.

Penelitian yang rendah itu berujung pada rendahnya publikasi ilmiah dari dosen Indonesia di Jurnal Internasional. Pikiran Rakyat edisi 5 Pebruari 2008 mengatakan, Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, jumlah publikasi Indonesia sangat sedikit. Data LIPI menyebutkan, pada 2004 publikasi ilmiah di Indonesia hanya 371, sedangkan Malaysia menghasilkan 700 publikasi ilmiah, Thailand 2.125, dan Singapura 3.086. Sementara itu, dari jumlah penelitian yang dipatenkan di Amerika pada 2006, Indonesia dengan angka 43 berada di bawah Malaysia, Thailand, dan Filipina, yang masing-masing mematenkan 694, 164, dan 145 publikasi ilmiah.

Data dari banyak penerbit Internasional menyebutkan kontribusi Indonesia pada Jurnal Internasional hanya 0,012 persen. Kontribusi itu lebih rendah dari Nepal yang mampu menyumbang 0,014 persen. Padahal, Nepal negaranya lebih kecil dan kalah maju dibandingkan dengan Indonesia. Apalagi jika dibanding dengan Singapura, Negara kita kalah jauh, Singapura menyumbang 0,179 persen bagi Jurnal Internasional. Padahal dana untuk penelitian di Indonesia cukup tinggi, dari Dikti untuk tahun 2007 kemarin mencapai Rp. 240 milyar.

Sementara disisi lain, masih dari sumber yang sama tahun 2006, 70% Thesis S2 Mahasiswa Indonesia, tidak memenuhi standar karya Ilmiah. Jika demikian, berapa persen Skripsi mahasiswa S1 yang memenuhi standar ilmiah? Kenyataan-kenyataan diatas merupakan tantangan yang harus kita jawab saat ini. Semua pihak yang terkait harus segera merefleksi diri untuk kemudian bersama-sama melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara maksimal dan seimbang.

Melihat data yang dipaparkan oleh Kompas dan Pikiran Rakyat di atas, maka sangat relefan baik dari sisi data nasional maupun kenyataan di kampus INISNU ini. Setiapkali terbit, Majalah BURSA yang sekarang berganti nama menjadi Shima, selalu mengeluh pada Salam Redaksi bahwa “Berburu Tulisan adalah seperti berburu mutiara di kampus ini, baik itu kepada mahasiswa maupun kepada Dosen yang menjadi panutan kita“. Lemahnya penelitian berarti lemahnya karya ilmiah, artinya dunia kepenulisan mengidap penyakit kurus yang akut.

gambar dari sini

INDONESIAKU PUNYA

Diposting oleh admin di 06.29 0 komentar
Oleh : M. ALI BURHAN



Berbincang soal Indonesia, maka pertama yang terbersit dalam benak adalah korupsi, kekerasan, cabul, teroris, kekejaman aparat, dan segudang persepsi negatif wajah Indonesia lainnya. Sering kita tidak bisa adil dalam menilai Indonesia, persepsi negatif jauh lebih mendominasi, sementara hal-hal positif dari negeri ini, selalu terabaikan.

Hal ini wajar ketika kita mengamati media, baik elektronik maupun cetak yang didominasi oleh berita-berita kriminal dan hiburan-hiburan yang tidak mendidik. Sehingga masyarakat menilai Indonesia, hanya sisi-sisi kekurangannya saja. Padahal,
disamping beberapa kekurangan yang sering melekat di tanah air kita Indonesia, ada puluhan rekor dunia yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia karena sampai saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor tersebut dari Indonesia.
Penulis pernah mendapat e-mail dari seorang sahabat yang berisi 24 Rekor Dunia yang dimiliki Indonesia dan sampai saat ini belum ada negara yang mampu mengalahkannya.
Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.

* Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
* Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
* Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
* Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
* Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
* Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
* Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
* Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
* Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus'¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
* Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
* Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
* Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
* Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
* Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah Crude Palm Oil).
* Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
* Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
* Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
* Biodiversity Anggrek terbesar didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
* Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
* Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
* Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
* Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip *Censored dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
* Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
* Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

Tetap Semangat untuk Membangun Indonesia.

Penulis adalah Litbang LPM BURS@

gambar dari sini
 

LPM BURSA Copyright 2009 Reflection Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez