Jepara Berubah

Partisipasi yang sedang dituntut saat ini adalah merupakan suatu proses perubahan, dimana dari perubahan tersebut....

Zakat

“sesungguhnya bila aqidah tidak mampu memberikan dampak (positif) dalam corak berfikir manusia, peningkatan ibadahnya maka tidak ada arti baginya”.

Teologi Demonstrasi

Demonstrasi”. Satu kata penuh makna ; heroisme, perjuangan, advokatif, brutal, anarkis, dibanggakan, dibenci, sensasional, romantis, kekacauan....

Sayap-sayap Senja

Disuatu senja engkau pernah berkata ; “Aku tidak sanggup hidup tanpa berhayal dan bermimpi. Keduanya selalu mengisi hidupku yang membuat aku tidak bisa keluar rumah.
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 April 2009

Kebaktian Kami Padamu

Diposting oleh admin di 08.14 0 komentar

oleh : Muhammad Ali Burhan

Hai Kartini …
Kami tidak pernah mengenalmu
Kami hanya pernah mendengar cerita kisahmu yang tiada beda dengan cerita vabel kancil dan buaya atau legenda timun mas

Hai Kartini …
Kenyataan sejarah bahwa engkau pernah ada tidak penting bagi kami
Karena kami adalah anak-anakmu yang perkasa
Lihatlah …
Kami mampu menggantikanmu dengan berhala kura-kura raksasa
Keagungannya kuciptakan khusus untuk membunuhmu

Dengan kepongahan
Kami mampu menyulap Jepara sedemikian rupa
Tanpa dogmamu meskipun kami menumpang namamu

Untuk sebuah santun kata
Maafkan kami…..
Kami memilih jalan durhaka kepadamu
Karena engkau tidak pernah merestui keserakahan dan ketamakan kami

::.gambar dari sini

TUTURKU BUNDA

Diposting oleh admin di 08.09 0 komentar

Oleh: Diana Walud



Ingin sekali kutinggalkan kotamu
Melepas jengah membalut luka
Menuju kotaku yang lama kutinggalkan
Ingin kuusap wajah bunda
Mengelus lembut damai tangannya
Bercerita aku di sini baik-baik saja

Ingin sekali kutinggalkan kotamu
Sesaat menyandar berat kepala
Sekedar kudapat senyum bunda
Jujur saja, aku sedang butuh kekuatan
Walau sebenarnya kujaga benar-benar
Wasiat bunda, jangan pupus asa

Ingin sekali kutinggalkan kotamu
Bukannya menyerah dan aku kalah
Tapi kucoba mengurai makna
Ke depan sambil siasatku kutata
Bunda, aku masih tegar bukan?
Ya, seperti semasa kecil selalu kau bilang
Semoga di sana tak semendung langit ini

Ingin sekali kutinggalkan kotamu
Tempat aku menabur cinta dan harapan
Kulukis hidup yang sebenar, bukan sekedar
Bunda, baik-baikkah kau di sana?
Percaya sajalah pada tuturku
Sesekali abaikan saja firasatmu
Kau bisa saja selami hati ini
Meski sebenarnya kau bukan Tuhan

Ingin sekali kutinggalkan kotamu
Setelah aku baca suratmu
Betapa benar-benar kau cinta aku
Sudahlah, lupakan saja !!

::.gambar dari sini

Jumat, 03 April 2009

Rapuh

Diposting oleh admin di 08.14 0 komentar


Oleh: NURUL MUALLIFAH

Saat kejujuran
Tak ada lagi yang percaya
Saat kesedihan
Telah mengeringkan air mata
Saat kecintaan
Tersandung batu kebencian
Saat ketiadaan
Merajai kekosongan
Langkah-langkah lunglai kian melemah
Coba berjanji
Kehidupan akan kembali
Tapi kesunyian pagi
Seakan tak bernafas
Meremuk lebur sanubari
Hancur!
Di antara tulang kematian
Yang menggigil
Tak lagi kutemukan keberadaanku
Yang terkatup beku
Dalam dekap kerapuhanmu…
(^_^)
Ingin kumuntahkan rasa-rasa
Yang seringkali hadir
Dan tak jarang tiba-tiba pergi
Rasa-rasa yang ingin dimengerti
Rasa-rasa yang tak sudi dihakimi
Tentangmu hidup
Yang berpeluh teriaki aku
“inilah hidup! Inilah hidup!”
Hidup dalam rasa
Atau rasa dalam hidup?
Rasa-rasa yang ingin dimengerti
Rasa-rasa yang tak sudi dihakimi
Bull shit! Bull shit!
Agitasi penuh semangat
Atau nafsu yang lelah terkekang?
Ingin kupuisikan rasa-rasa
Agar terkesan apik dan indah
Akan tetapi, kamu tak mengerti
Dan hanya selalu menghakimi!

gambar dari sini

Belum Bisa

Diposting oleh admin di 08.07 0 komentar

Oleh: NURUL MUALLIFAH

Ayah, bunda…
Inginku menjadi anak yang baik
Seperti yang engkau harapkan
Tapi maaf, aku belum bisa
Sahabat,
Inginku menjadi teman yang baik
Yang selalu mengerti akan dirimu
Tapi maaf, aku belum bisa
Kekasih,
Inginku menjadi cinta yang baik
Dan selalu membuatmu bahagia
Tapi maaf, aku belum bisa
Tuhan,
Inginku menjadi hamba yang baik
Yang selalu patuh dan amanah
Tapi maaf, aku belum bisa…

gambar:
"Teriak"
cat minyak di atas kanvas
Citra
 

LPM BURSA Copyright 2009 Reflection Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez